Gameplay God Eater 3, Pertarungan Melawan Monster Sekuat Dewa

God Eater 3 adalah game aksi RPG dengan ulasan 9/10 di Steam yang berlatar pada tahun 2080 saat dunia dikuasai Aragami
God Eater 3
God Eater 3. Source: Steam

God Eater 3 adalah game bergenre aksi RPG yang dirilis sebagai sequel Dari God Eater 2: Rage Burst yang dirilis oleh Bandai Namco Entertainment pada tahun 2019.

Game ini dapat kamu mainkan di konsol game PlayStation 4 dan PC. Sebuah versi yang dibuat untuk Nintendo Switch kemudian dirilis dengan menyajikan 2 kostum kolaborasi dari Tales of Vesperia.

Baca juga: Tales of Luminaria, Game RPG yang Ditutup Tak Sampai Setahun

Setting Cerita

Setting Cerita God Eater 3
Setting Cerita God Eater 3. Source: Wanderbots/Youtube

Di tahun 2080, bumi telah hancur dan hampir dikuasai oleh para Aragami. Untuk membuat semuanya lebih buruk, sebuah wabah yang dapat merusak apapun yang disentuhnya telah menyebar di Eropa.

Wabah ini meninggalkan sebuah area yang tidak layak huni bernama Ashlands yang terus tumbuh seiring waktu, merangkak bersama Aragami.

Pusat markas Fenrir, tempat dimana organisasi komando God Eaters berada sebelumnya telah kalah dari Ash dan menyebabkan seluruh pos terdepan mereka diisolasi.

Satunya-satunya habitat yang bisa ditinggali oleh manusia adalah sebuah lautan abu disekitar HQ yaitu fasilitas bawah tanah yang disebut “Ports”. Fasilitas ini dibangun diatas reruntuhan satelit Fenrir.

Hal ini memberikan pertahanan mereka dengan tipe baru God Eaters: Adaptive God Eaters (AGEs) yang memiliki spesialisasi untuk melawan Ash dan meningkatkan kemampuan bertarungnya.

Ports dipersatukan dibawah oleh organisasi Gleipnir, sebuah organisasi Fenrir yang ingin mengambil alih Ashlands.

Disisi lain, organisasi berbasis AGE bernama Crimson Queen adalah oposisi dari Gleipnir yang ingin mencari cara untuk beradaptasi dengan Ashlands.

Sebagai tambahan dari ancaman Aragami, Ash Storms muncul untuk menghancurkan apapun yang menghalangi jalan mereka. Termasuk membuat Ashborn, jenis Aragami yang lebih kuat.

Seperti pendahulunya, game ini menggunakan gameplay hack and slash. Pemain akan di lengkapi dengan senjata God Arc yang membuat mereka dapat melakukan transformasi.

Tugasmu adalah memburu para monster berukuran besar yang disebut Aragami. Kamu akan bermain sebagai seorang God Eater yang bisa menyerap energi dari monster dan melepaskan “Burst Arts”.

Burst Arts adalah sebuah serangan spesial yang dapat memberikan banyak damage pada musuh. Kamu juga akan ditemani oleh karakter lain yang dikendalikan oleh AI untuk membantumu selama battle.

Baca juga: Gameplay Suikoden 2, JRPG Klasik Yang Masih Asik!

Gameplay God Eater 3

Gameplay God Eater 3
Gameplay God Eater 3. Source: Steam

Seperti kebanyakan game RPG lainnya, kamu juga bisa mengatur sendiri bagaimana tampilan dari karakter yang akan kamu mainkan.

Customize Karakter God Eater 3
Customize Karakter. Source: Wanderbots/Youtube

Game ini bisa dimainkan bersama dengan 4 pemain lainnya dan dapat mengakomodasi hingga 8 pemain untuk misi penyerangan. God Eater 3 juga memperkenalkan 3 tipe senjata baru dalam game ini.

3 tipe senjata God Arcs baru tersebut adalah “Biting Edge”, “Heavy Moon”, dan senjata serangan jarak jauh “Ray Gun”.

Visual Pertarungan dengan Aragami
Visual Pertarungan dengan Aragami. Source: Steam

Biting Edge adalah dua pasang pedang yang memiliki serangan paling cepat namun dengan damage paling rendah dari seluruh kelas senjata.

Senjata ini dapat bertransformasi menjadi “Glaive Form” untuk meningkatkan mobilitas dan damage yang dikeluarkan dengan mengonsumsi stamina.

Heavy Moon adalah sebuah pisau berbentuk bulan yang dapat bertransformasi menjadi “Axe Moon Form” yang kecepatan dan damagenya meningkat semakin lama kamu mengayunkannya.

Senjata ini sangat efektif untuk melawan Aragami dengan armor yang berat. Kekurangannya adalah pemain tidak dapat bergerak saat senjata ini sedang dalam wujud Axe Form.

Ray Gun adalah senapan yang dapat menembakkan sinar laser secara terus menerus yang menghasilkan peningkatan damage semakin lama digunakan.

Bandai juga menambahkan keahlian baru untuk pertempuran yang lebih seru dengan adanya gabungan serangan udara, tanah, dan gerakan karakter menjadi “Burst Arts”.

Serangan kejutan “Dive” juga memungkinkan pemain untuk mendapatkan kebebasan bergerak dalam memburu para Aragami yang berkeliaran.

Selain itu, tipe Aragami baru bernama “Ashborn Aragami” juga diperkenalkan dalam game. Ashborn Aragami dapat masuk kedalam mode “Burst State” setelah melahap dan merusak God Eaters.

Saat dalam mode Burst State, mereka akan menggunakan gerakan baru yang memberikan lebih banyak damage dan memulihkan health mereka. Kamu harus waspada saat menghadapi Ashborn Aragami.

Baca juga: Cara Main Elden Ring Multiplayer, Simak Penjelasannya!

Itulah ulasan singkat dari gameplay God Eater 3. Secara keseluruhan, game ini mendapatkan ulasan yang cukup bagus di Steam dengan skor 9/10. Apakah kamu tertarik memainkah game ini?

Top Up Saldo Steam Wallet Murah, Cepat dan Aman kamu hanya di VCGamers Marketplace!


Mau Dapat Informasi Terbaru di Dunia Web-3, Game, dan Teknologi Metaverse?

Yuk isi email kamu di bawah!