Mengenal Risiko Menggunakan Software dari Kuyhaa

Risiko mengunduh dari Kyuhaa

Apakah kamu pengguna Windows yang gemar mengutak-atik PC? Jika benar mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan situs unduh software seperti Kuyhaa dan Bagas31. 

Kuyhaa adalah sebuah situs yang menyediakan software secara gratis namun tidak resmi.

Nah pada artikel ini kami akan membahas fakta-fakta menarik tentang website tersebut dan risiko menggunakan softwarenya.

Baca juga: Cara Menghapus Permanen Video di Aplikasi Snack Video

Kuyhaa

Apa itu Kuyhaa
Apa itu Kuyhaa. Sumber: Kuyhaa

Seperti telah dibahas sekilas sebelumnya, Kuyhaa adalah situs yang menyediakan software bajakan. Situs ini mulai beroperasi sejak tahun 2012 dan masih aktif hingga 2024 ini.

Selain membagikan aplikasi Windows secara cuma-cuma, Kuyhaa juga menyediakan tutorial yang berkaitan dengan PC Windows. Tutorial tersebut mencakup cara untuk mengatasi browser rusak dan lain sebagainya. 

Meskipun ilegal situs ini kadang sangat membantu berkat tutorial-tutorialnya. Kamu bisa mengakses berbagai tutorial untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dengan PC Windows

Kuyhaa telah banyak meraup keuntungan dari menyediakan software bajakan. Situs ini telah berganti domain beberapa kali karena diblokir oleh pemerintah Indonesia. 

Kalau kamu masih ingin mengunduh atau mendapatkan aplikasi Windows secara gratis dari Kuyhaa, sebaiknya pertimbankan hal-hal berikut ini.

Baca juga: 9 Cara untuk Cek Nomor Smartfren dengan Mudah

Risiko Mengunduh Aplikasi dari Kuyhaa

Risiko Mengunduh Aplikasi dari Kuyhaa
Risiko Mengunduh Aplikasi dari Kuyhaa. Sumber: Pexels

Masih banyak yang memilih menggunakan software bajakan ketimbang harus membeli lisensi resmi. Banyak orang yang tidak menyadari betapa bahayanya software yang diunduh dari situs ilegal. 

Oleh karena itu kamu telah merangkum risiko yang akan kamu hadapi jika memililh mengunduh software dari situs ilegal, simak berikut ini: 

PC Terkena Malware

Risiko pertama yang dihadapi pengguna jika menggunakan software bajakan adalah terinfeksi malware. Malware adalah sistem yang dibuat untuk merusak sistem komputer. 

Nah biasanya malware menyusup ke PC milikmu melalui file yang diunduh di internet, aplikasi bajakan, iklan di situs. 

Apabila komputer yang kamu gunakan telah terinfeksi malware, informasi yang kamu simpan akan berisiko diretas. Ketika PC sudah berhasil diretas, peretas dapat mengunci file-file penting. Skema kejahatan yang biasanya terjadi, peretas akan meminta uang tebusan kepada pengguna. 

Terjerat Pelanggaran Hak Cipta

Mengutip dari kumparan.com perusahaan fashion Forever 21 pernah terjerat kasus pelanggaran hak cipta pada tahun 2015. Kasus ini bermula saat Adobe melayangkan gugatan kepada Forever 21 atas penggunaan software Adobe bajakan. 

Nah meskipun itu terjadi di luar negeri, di Indonesia sendiri juga mempunyai aturan perlindungan hak cipta. 

Menurut Pasal 113 Undang-undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta penggunaan software atau produk bajakan lainnya dapat dihukum penjara satu tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. 

Merugikan Developer Software

Perlu kamu tahu penggunaan software yang tidak berbayar akan merugikan developer aplikasi. Software adalah produk kekayaan intelektual, ini berarti penciptanya mempunyai hak ekonomi untuk mendapat keuntungan dari penggunaan produk yang dibuatnya.

Ketika kamu menggunakan suatu software tanpa membeli lisensi, pencipta maupun developer produk tersebut tidak mendapatkan keuntungan.

Selain itu pengguna software bajakan juga tidak mendapatkan pembaruan aplikasi secara rutin. Hal itu juga berpotensi merugikan pengguna. 

Baca juga: Cara Jitu Melacak Nomor HP Pengirim SMS Penipuan dan Spam

Top up game murah dan cepat di VCGamers Marketplace sekarang juga!


Mau Dapat Informasi Terbaru di Dunia Web-3, Game, dan Teknologi Metaverse?

Yuk isi email kamu di bawah!