×Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rating IGRS Steam Viral di Jagat Maya, Berikut Penjelasannya

IGRS Steam adalah penerapan sistem rating Indonesia Game Rating System di platform gaming untuk pengguna di Indonesia.
Ramai Rating IGRS Steam Viral Di Jagat Maya!
Rating IGRS Steam. Sumber: Official Site
Ringkasan Artikel
  • Sistem rating IGRS baru untuk Indonesia atur kategori usia dan konten game, berbasiskan peraturan Komdigi.
  • Penerapan IGRS di Steam viral karena penilaian tak akurat (deklarasi mandiri); Steam minta maaf, cabut label, kembali pakai PEGI.
Penafian: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)

Rating IGRS Steam Viral di Jagat Maya, Berikut Penjelasannya

Jagat gaming tanah air saat ini sedang diramaikan dengan rating polemik IGRS Steam milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) selaku lembaga resmi pemerintah Indonesia.

Memang seperti apa sih isunya? Bagaimana detail masalahnya, kok sampai viral? Nah, biar kamu gak makin penasaran seluk-beluknya, yuk langsung aja cekidot deh ulasan detailnya!

Baca juga:

Apa itu IGRS?

Tampilan laman resmi
Tampilan Laman Resmi IGRS Steam. Sumber: Official Site

Sebelum masuk ke bahasan polemiknya, VCGamers akan jabarkan terlebih dulu mengenai apa itu IGRS. So, Vicigers yang mungkin belum paham juga tetap bisa ngikutin bahasan.

Dan karena ini membicarakan lembaga pemerintah (umumnya “sensitif”, jadi perlu berhati-hati) untuk itu VCGamers akan melansir dari laman resmi IGRS dan sosial medianya saja.

Dari pernyataan yang tertera di sana, IGRS (Indonesia Game Rating System) adalah sebuah organisasi layanan publik yang bertugas mengatur semua regulasi industri gaming tanah air.

Sebagai suatu lembaga, mereka pun masih terbilang baru: berdiri pada 11 Oktober 2025. Keberadaannya dimaksudkan sebagai “gebrakan” dari kepemimpinan anyar di bidang digital.

IGRS bergerak di bawah payung hukum peraturan Komdigi. Salah satunya yakni No. 2 tahun 2024 tentang Klasifikasi Game, di mana fungsi utamanya adalah memberikan rating game.

Simpelnya, berbagai judul game (baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri) nantinya akan mereka kaji. Dari hasil kajian inilah, rating setiap game akan rilis dan melekat.

Ada beberapa tingkatan rating, mulai dari yang sifatnya semua umur, sampai bahkan yang paling “riskan” yakni larangan edar (bahkan orang dewasa-pun tak boleh memainkannya).

Rating IGRS

IGRS Steam
Rating IGRS Steam. Sumber: Instagram (@gameratingid)

Sekarang kita masuk ke bahasan mengenai rating-nya dulu nih, karena bakal amat berkaitan erat dengan isu ini. Untuk itu akan ada dua bahasan, yakni kapasitas dan kategorinya:

Kapasitas game

Dari hasil kajian VCGamers, masing-masing rating dibedakan melalui beberapa kapasitas tertentu yang bisa menjadi indikator dalam penentuan kelayakan dari konten game-nya:

  • Kapasitas terendah adalah “mereferensikan” suatu hal yang dilarang. Ini termasuk membicarakan, menyiratkan, mendeskripsikan, mengilustrasikan, dll. Sebagai contoh, misalkan dalam suatu game ada karakter yang menuturkan bahwa dirinya pernah mengalami pendarahan (tanpa perlu menunjukkan adegan/cuplikannya), maka ini termasuk ke dalam kapasitas mereferensikan darah;
  • Naik satu tingkat adalah “menunjukkan”. Di kapasitas ini, game sudah menampilkan elemen terlarang dalam batasan tertentu. Misalnya di dalam sebuah game detektif diperlihatkan foto jenazah korban kasus kriminal penghilangan nyawa sebagai bukti forensik;
  • Dan ditingkatan paling tinggi adalah “menggunakan”. Game dengan kaliber ini tandanya sudah menyematkan hal-hal terlarang sebagai bagian dari gameplay dan nilai jual utama mereka (banyak pengulangan) secara terang-terangan. Contohnya game dengan genre gore, horror, thriller, dll. yang memang menampilkan banyak karakter berdarah-darah, luka, kehilangan anggota tubuh, dsb.

Rating Usia IGRS

Dari keberadaan kapasitas inilah, IGRS menentukan beberapa kategori game. Sejauh ini, setidaknya mereka baru memperkenalkan enam di antaranya yang berlaku di Indonesia:

  • “3+” adalah rating terendah, bisa anak-anak mainkan mulai dari umur 3 tahun ke atas – juga tergolong semua umur. Game yang ingin mendapatkan rating ini sama sekali tidak boleh mereferensikan satu pun hal-hal yang terlarang;
  • “7+” cocok untuk anak usia sekolah. Di sini mulai ada regulasi yang cukup rigid mengenai elemen terlarang apa saja yang sekiranya tidak boleh direfensikan, ditunjukkan, dan digunakan;
  • “13+” di rating ini rentang usianya mulai mengetat (minimal untuk jenjang remaja) karena beberapa aspek terlarang muncul dan menjadi bagian dari gameplay. Selain itu aktivitas interaksi online dengan sesama player juga mulai boleh untuk rating ini – meski syaratnya harus dengan adanya fitur filter dan kontrol orang tua yang ketat;
  • “15+” adalah game-gamenya para remaja yang memang cenderung penuh dengan aksi, elemen darah, kekerasan terukur, dsb. Di sini filter interaksi online juga “mentok” di filter bahasa saja;
  • “18+” hadir sebagai penutup untuk mereka yang terhitung sudah dewasa. Ada beragam konten telarang yang muncul di game dengan rating ini sehingga wajib IGRS batasi untuk kalangan cukup umur saja;
  • “Refused Classification (RF)” setara dengan label haram. Game dengan rating ini tidak akan mendapat izin edar karena berbagai hal terlarang ada di dalamnya. Pilihannya cuma dua, menghilangkan part yang disensor (yang mana biasanya mustahil untuk dilakukan) atau tidak lolos beredar ke pasar tanah air.

Hal yang terlarang

Selain dua aspek tersebut, yang juga tak kalah pentingnya adalah hal-hal yang menurut IGRS terlarang untuk tampil dalam suatu game. Maka berikut adalah rangkuman detailnya:

  • Substan yang dianggap adiktif dan berbahaya: ini termasuk rokok, alkohol, serta narkotika;
  • Hal-hal yang tidak patut: beberapa di antaranya seperti berkata kasar, serapah, kekerasan, penggunaan senjata (realistik maupun fiksi), ujaran kebencian terhadap sesuatu/kelompok tertentu, dan horor;
  • Tindakan asusila: seperti konotasi seksual dalam bentuk apapun, humor dewasa, ketelanjangan, hingga pornografi;
  • Gore: yakni darah, mutilasi, dan kanibalisme;
  • Kelayakan lingkungan digital: termasuk akses untuk interaksi dalam jaringan (daring) dan sarana perjudian/gacha.

IGRS vs PEGI

PEGI
Ramai Mengenai Polemik IGRS di Steam. Sumber: Instagram (@gameratingid)

Buat para gamer kawakan, pasti sering juga dong lihat rating yang serupa. Yap, seperti PEGI misalnya. Nah, melihat polemik ini, keduanya lantas jadi sering dibandingkan-bandingkan.

PEGI (Pan European Game Information) adalah sistem rating game yang berlaku di Eropa dan sudah melekat di berbagai platform. Sedangkan IGRS khusus untuk di Indonesia.

Selain itu, terdapat juga perbedaan signifikan di beberapa aspek lain. Ini berkaitan erat dengan konteks wilayah dan target demografi dari masing-masing sistem rating tersebut:

  • Area yang tercakup: Meski pengisuannya untuk pangsa pasar Eropa, PEGI sudah berlaku secara global, sementara IGRS hanya berlaku di lokal Indonesia;
  • Implementasi: PEGI sudah menjadi standar di banyak platform global sejak lama (lebih dari dua dekade). Bahkan pada beberapa kasus seperti Steam, mereka sudah menggunakannya dari awal berdiri;
  • Standar penilaian: Karena PEGI sudah lama hadir jadi lebih stabil, sedangkan IGRS masih berkembang;
  • Pembatasan: Meski sebagian besar rating IGRS sifatnya adalah anjuran konsumen, namun untuk rating tertentu ada juga yang berlaku mutlak. Untuk yang RC misalnya, berbagai game dengan rating tersebut akan menjadi judul “terlarang” dan tidak akan tersedia di platform resmi. Ini berbeda dengan PEGI yang tidak sampai membatasi peredaran.

Polemik IGRS di Steam

IGRS Steam
Statement Resmi Pemerintah. Sumber: Instagram (@gameratingid)

Setelah paparan mendetail di atas, sekarang saatnya nih kita masuk ke pembahasan utama mengenai polemik dari IGRS Steam. Jadi muasal isu ini sendiri hadir di awal April 2026.

Ini muncul sebagai reaksi khalayak terhadap penerapan IGRS di Steam. Artinya, setiap game akan memiliki label usia sesuai standar Indonesia, bukan lagi sistem global seperti PEGI.

Tujuannya sebenarnya jelas, yakni untuk menyesuaikan dengan regulasi Indonesia, memberi rating usia bagi player, dan mendukung ekosistem industri game global di kancah nasional.

Namun, implementasi ini ternyata tidak berjalan mulus. Banyak gamer melihat cukup banyak kejanggalan pada penerapannya di berbagai judul game sehingga terjadi ketidaksepadanan.

Misalnya, game dewasa yang menampilkan ketelanjangan dan konten seksual malah dapat rating ramah anak. Tak hanya itu, banyak juga game populer yang mendapatkan rating RC.

Hal ini terjadi karena IGRS masih berbasis deklarasi mandiri, bukan verifikasi resmi penuh. Walhasil, setiap developer akan memberikan pandangan pribadi mengenai game mereka.

Publik menganggap bahwa ini bisa menjadi isu serius, seperti potensi pembatasan akses game, ketidakakuratan informasi, kekhawatiran soal regulasi yang terlalu ketat, dll.

Tidak heran jika akhirnya para gamers (yang notabenenya adalah netizen generasi digital) langsung kompak menggaungkan isu ini secara masif di berbagai ruang gema organik.

Buntut Polemik IGRS Steam

IGRS Steam
Rilis yang Dinyatakan Pejabat Komdigi. Sumber: Instagram (@gameratingid)

Seiring ramainya isu ini di kalangan para gamers tanah air, para pemangku kebijakan sontak mengambil langkah strategis. Ini mereka lakukan untuk meredam keresahan masyarakat.

Dilansir dari laman Kompas, pihak official pemerintah akhirnya memberikan rilis mengenai isu ini. Menurut mereka, ada kesalahan di pihak Steam yang membuat sistem ini jadi “prematur”.

Rating kemarin ini masih sepenuhnya hasil peninjauan dari pihak Steam dan belum dapat verifikasi oleh pemerintah. Karena itu, masih ada langkah administrasi yang belum terpenuhi.

Otomatis, harusnya rating IGRS itu belum layak diterbitkan karena pemerintah menghendaki semua platform untuk melakukan uji coba sistem tersebut setelah mendapat “lampu hijau”.

Polemik ini lantas berakhir dengan permohonan maaf Steam ke pemerintah atas kekhilafan dan kegaduhan ini, serta pencopotan rating IGRS pada berbagai game di platform mereka.

Baca juga:

Maka itulah tadi pembahasan lengkap mengenai polemik IGRS Steam. Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa share juga ke sosial mediamu dan teman yang lainnya ya!

FAQs

1. Apa itu IGRS?

IGRS adalah penerapan sistem rating Indonesia Game Rating System di platform gaming untuk pengguna di Indonesia.

2. Kenapa IGRS jadi viral?

Karena banyak rating game yang dianggap tidak akurat dan membingungkan, sehingga ramai dibahas di media sosial.

3. Apa perbedaan IGRS dan PEGI?

IGRS adalah sistem rating Indonesia, sedangkan PEGI digunakan di Eropa dan sudah lebih lama diterapkan secara global.

4. Apakah IGRS masih digunakan di Steam?

Saat ini tidak, karena Steam sudah kembali menggunakan PEGI setelah muncul polemik.

5. Apakah IGRS akan kembali ke Steam?

Kemungkinan masih ada, karena sistem ini masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian.

Rekomendasi Produk MLBB

Artaz Gang

Artaz Gang (nama pena) adalah seorang penulis niche gaming, animanga, dan pop culture digital lainnya. Game kesukaannya seperti MLBB, waralaba Diablo, dan Minecraft.


Mau Dapat Informasi Terbaru Tentang Game?

Yuk isi email kamu di bawah!