- Animasi Korea disebut aeni (singkatan aenimeisyeon), karya animasi produksi Korea Selatan, gak sama dengan anime Jepang.
- Aeni adalah animasi bergerak dengan suara dan musik, sedangkan manhwa adalah komik atau webtoon dibaca halaman atau vertikal di ponsel.
- Industri aeni beragam genre, gak cuma untuk anak-anak; contoh populer: Pororo, Pucca, Larva, The Haunted House, Leafie.
Mengenal Anime Korea dan Perbedaan dengan Manhwa
Anime Korea mulai menarik perhatian penggemar animasi yang ingin mencari tontonan selain anime Jepang.
Korea Selatan juga memiliki industri animasi sendiri dengan beragam karya, mulai dari serial anak-anak, komedi, hingga film animasi dengan cerita yang lebih serius.
Namun, tahukah kamu bahwa animasi Korea Selatan memiliki sebutan tersendiri? Istilah ini juga sering tertukar dengan manhwa, padahal keduanya merupakan jenis karya yang berbeda.
Supaya gak bingung, yuk, kenali nama animasi Korea, perbedaannya dengan manhwa, dan lima contoh karya animasi populernya.
Baca juga:
- Top 5 Aeni Terbaik Saat Ini yang Wajib Masuk Watchlist
- Mengenal Apa itu Aeni dan Perbedaannya dengan Anime
- Deretan Anime Korea Terbaik, Wajib Masuk Watchlist
Anime Korea Namanya Apa?

Animasi asal Korea Selatan disebut aeni, yang merupakan singkatan dari aenimeisyeon, kata bahasa Korea yang berarti animasi.
Istilah ini digunakan untuk menyebut karya animasi yang diproduksi di Korea Selatan, baik dalam bentuk serial televisi maupun film layar lebar.
Secara konsep, aeni memiliki kesamaan dengan anime Jepang. Keduanya merupakan karya animasi, tetapi berasal dari negara dan industri yang berbeda. Aeni juga mempunyai variasi genre dan gaya visual, sehingga pilihannya gak terbatas pada tontonan anak-anak saja.
Popularitas animasi Korea dapat dilihat dari sejumlah judul yang dikenal di berbagai negara, seperti Pororo the Little Penguin, Pucca, dan Larva.
Bahkan, beberapa film animasi Korea mengangkat tema yang lebih serius, seperti perundungan dan persoalan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa industri aeni memiliki cakupan cerita yang cukup luas.
Perbedaan dengan Manhwa

Perbedaan utama aeni dan manhwa terletak pada bentuk karyanya. Aeni adalah animasi, sedangkan manhwa merupakan komik asal Korea Selatan. Manhwa dapat disamakan dengan manga dari Jepang atau manhua dari China.
Manhwa umumnya dinikmati melalui halaman komik atau format digital, termasuk webtoon yang dibaca secara vertikal melalui ponsel. Sementara itu, aeni menyajikan cerita melalui gambar bergerak, suara, musik, dan dialog.
Meski berbeda, keduanya bisa saling berkaitan. Sebuah manhwa dapat diadaptasi menjadi animasi, seperti halnya manga yang diadaptasi menjadi anime di Jepang. Namun, gak semua manhwa mendapatkan adaptasi animasi, dan gak semua aeni berasal dari komik.
Jadi, kalau kamu mencari animasi buatan Korea Selatan, istilah yang lebih tepat adalah aeni. Sementara itu, gunakan kata manhwa jika ingin membaca komik Korea, baik dalam format cetak maupun digital.
Contoh Aeni Korea Selatan

Berikut lima contoh animasi Korea Selatan yang cukup populer dan bisa kamu jadikan pilihan tontonan.
Pororo the Little Penguin
Pororo the Little Penguin merupakan serial animasi anak-anak yang mengikuti petualangan Pororo dan teman-temannya. Ceritanya berpusat pada persahabatan, kerja sama, dan berbagai pengalaman sehari-hari yang mengandung pelajaran sederhana.
Serial ini pertama kali diluncurkan pada 2001 dan menjadi salah satu karya animasi Korea yang dikenal secara internasional.
Pucca
Pucca bercerita tentang seorang gadis bernama Pucca yang menyukai ninja bernama Garu. Animasi ini dikenal lewat humor slapstick, ekspresi karakter yang unik, dan cerita romantis yang dikemas secara komedi.
Karena episodenya cenderung ringan, Pucca cocok buat kamu yang ingin menonton animasi santai tanpa alur cerita yang rumit.
Larva
Larva mengikuti petualangan dua larva berwarna kuning dan merah yang kerap terlibat dalam kejadian kocak. Keunikan serial ini adalah penggunaan humor visual dengan sedikit dialog, sehingga mudah dinikmati penonton dari berbagai negara.
The Haunted House
The Haunted House atau Shinbi Apartment merupakan serial animasi yang menggabungkan unsur horor, misteri, dan petualangan. Ceritanya mengikuti karakter yang berhadapan dengan berbagai hantu dan kejadian supernatural.
Berbeda dari animasi komedi, serial ini menawarkan ketegangan dengan cerita misteri yang berkembang sepanjang petualangan.
Leafie, A Hen into the Wild
Leafie, A Hen into the Wild adalah film animasi Korea Selatan yang dirilis pada 2011. Film ini menceritakan seekor ayam bernama Leafie yang meninggalkan peternakan dan menjalani kehidupan di alam liar.
Perjalanannya menghadirkan cerita tentang kasih sayang, pengorbanan, dan perjuangan melindungi keluarga. Film ini juga dikenal sebagai salah satu karya animasi Korea yang sukses menarik perhatian penonton.
Baca juga:
- Rekomendasi Situs Legal dan Terpopuler untuk Baca Manhwa
- Top 5 Manhwa Action Terbaik dan Terpopuler
- 5 Rekomendasi Manhwa Kerajaan yang Wajib Kamu Baca
Kalau kamu ingin mencoba tontonan selain anime Jepang, lima judul tersebut bisa menjadi titik awal untuk mengenal industri animasi Korea Selatan. Pilihannya beragam, mulai dari komedi ringan hingga film dengan cerita emosional.
FAQ
Animasi dari Korea Selatan disebut aeni, singkatan dari aenimeisyeon yang berarti animasi.
Manhwa adalah komik asal Korea Selatan, sedangkan manga merupakan komik asal Jepang.
Beberapa contohnya adalah Pororo the Little Penguin, Pucca, Larva, The Haunted House, dan Leafie, A Hen into the Wild.
Tidak. Ada juga animasi yang mengangkat tema horor, misteri, petualangan, dan drama emosional untuk penonton yang lebih luas.
Rekomendasi Produk MLBB




















